Senjata Rahasia, Frekuensi Elektromagnetik Pengontrol Pikiran

Senjata ini khusus mengontrol pikiran seseorang yang memang disaat ini belum ada wujudnya juga bentuknya, tapi infonya kebongkar untuk umum. senjata ini dengan Bom Anti Elektronik, menggunakan Frekuensi Elektromagnetik, tapi cara pakainya berbeda. cara pakainya Senjata energi diarahkan termasuk laser, dengan gelombang microwave daya tinggi.

Alat ini sangat berbahaya, emang gak ngerusak bangunan atau hancurin kota, tapi orang yang dikontrol bisa dimanupulasi pikirannya dengan keinginan orang yang mengontrolnya, ya praktis kalo orang itu berubah jadi jahat mau gak mau bisa hancurin kota dan bangunan dengan kekuatannya. Senjata ini bahaya banget kalo kena ke Pejabat Tinggi, Kepala Negara, Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah,dll bisa-bisa kebijakannya yang tadinya alami dari diri sendiri, menjadi keinginan orang lain.



Kalo teknologi canggih, mau gak mau ada alat untuk proteksinya ada juga dong? ya pasti itu ada, tapi serangan musuh secara tiba-tiba itu yang gawat. lagi liburan ke Ancol tadinya ga mau berenang, karena kena alat ini, jadi berenang cuma bermodal Celana Hawaii doang….kan malu gimana kalo ketahuan media….apa kata dunia? Senjata ini untungnya cuma milik pemerintah AS doang, belom jatoh ketanggan umum yang mungkin bisa aja nanti kepasar bebas atau pasar ilegal. baru CIA dan NSA aja yang menggembangkan.

Sejarah senjata ini dumulai dari Era tahun 1953, berarti 37 tahun kemudian sampai ke Era-nya “SI DOEL ANAK SEKOLAHAN” di tahun 1990. waktu itu penelitian hanya digunakan oleh Hewan, lama-lama ke manusia. metode awalnya menggunakan Hipnosis, bertujuan untuk mengontrol perilaku manusia, mereka terus bereksperimen sampai ke bentuk yang moderen yang sempurna. Dr. Ross Adey orang CIA, yang pernah terlibat Proyek Pandora, pernah menggunakan gelombang Microwave mengirim Signal ke pikiran manusia dan hasilnya dia mampu mempengaruhi keadaan emosional dan patologis. dia juga mengatakan bahwa otak manusia bisa dikendalikan dari jarak jauh dengan Frekuensi yang sangat rendah termodulasi, sinar Microwave bisa mampu menyebabkan kerusakan psikologis dan fisik. Orang bisa menjadi Zombie, karena pikiran mereka bisa dikontrol. bahaya fisik juga mengakibatkan, mempengaruhi darah mereka, secara kardiovaskular (Sistem peredaran darah) dan juga dari sistem sel, sistem saraf dan pencernaan pusat, kelenjar, metabolisme, reproduksi, penglihatan, dan pendengaran.
Yang parahnya lagi, bisa menyebabkan orang bunuh diri, gila.

suara-suara dari si pengontrol bisa dikirim ke otak korban, suara itu tidak bisa dikontrol atau dikendalikan. efek lain bisa dijelaskan: menjadi terbakar, gatal, tertekan, sulit tidur dan cemas. kehilangan kontrol tubuh dapat menyebabkan kejang atau mengalami hentakan secara tiba-tiba. tegangnya kaki dan tanggan, perasaan takut, marah tanpa alasan, nafsu, sedih, serta emosi lainnya yang datang dan pergi dengan cepat.

Cerita lanjutannya gak usah diceritain lagi deh, karena ini adalah cerita dalam neraka, ngeri, ngiris dan perih. menurut DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) dari Pentagon tujuannya murni untuk kebutuhan militer, apalagi kalo untuk mengontrol pikiran musuh. tujuan NSA dengan Sinyal Intelijen-nya (SIGINT) melibatkan decoding , bahwa gelombang EMF bisa dimasuki melalui komputer nirkabel dan melacak orang.

Menggunakan EMF Stimulasi Otak untuk memantau individu, organisasi dan negara itu. melibatkan CIA/Defense Intelligence Agency (DIA) Human intelligence (HUMINT) dan National Agency Geospatial-Intelligence Imagery Intelligence (IMINT). DOMINT NSA dapat melacak jutaan orang secara bersamaan. Hal ini dapat juga membahayakan subyek kontrol psikologis bahkan membunuh.

Intinya adalah Amerika Serikat, kalau dinilai dari sisi egois ya seperti ini: “Kalo Negara lain punya alat canggih kok gak boleh, tapi giliran sendiri punya alat canggih kok ga ada yang protes…Maunya menang sendiri” so apapun itu, ya maaf banget bukan menghina “Negara Superpower, Amerika Serikat” mereka punya alat cangih lainnya, bahkan yang tidak terdata juga ada, termaksud alat EMF ini.


mungkin sebagian dari kalian masih akan menyebutnya sebagai mengada-ngada. tetapi, apa yang diungkapkan dokumen pemerintah itu ternyata tidak sampai disitu saja.


Pada tahun 2002, laboratorium angkatan udara Amerika ternyata telah mempatenkan teknologi tersebut!

Teknologi yang dimaksud adalah teknologi untuk mengirimkan pesan ke dalam kepala seseorang lewat gelombang mikro. Awalnya, pihak angkatan udara menolak untuk membicarakan teknologi luar biasa ini. Namun ketika ada permintaan pengungkapan data atas dasar undang-undang kebebasan informasi, dokumen-dokumen tersebut akhirnya dilepas ke publik.

Menurut dokumen tersebut, paten teknologi tersebut didasarkan pada eksperimen yang dilakukan pada Oktober 1994 di laboratorium Angkatan Udara Amerika yang berhasil mengirimkan sebuah frase ke dalam kepala seseorang!


Pengembangan teknologi ini diketahui berlangsung hingga tahun 2002.

Tetapi, ternyata bukan hanya pihak militer yang bisa melakukannya. Pada tahun 2007, teknologi semacam ini diketahui digunakan oleh sebuah perusahaan untuk tujuan pemasaran!

Pada Desember 2007, Allison Wilson yang sedang berjalan kaki di New York mendengar suara di kepalanya: "Siapa disana.. siapa disana. Ini bukan imajinasimu."

Belakangan diketahui kalau Allison ternyata dipengaruhi oleh sebuah iklan miniseri berjudul "Paranormal State" yang menggunakan teknologi Holosonic. Teknologi ini bisa mengirimkan suara yang hanya bisa didengar oleh satu orang di keramaian.

Suatu hari nanti, sebuah perusahaan bahkan akan bisa "menghipnotis" kita untuk membeli sesuatu yang tidak kita inginkan!

Mengenai teknologi ini, Dennis Bushnell, Kepala ilmuwan di laboratorium penelitian NASA di Langley, Virginia, berkata: "Hasil penelitian ini sangat sensitif sehingga hampir tidak mungkin diumbar ke publik."

Menurutnya serangan terhadap otak manusia adalah bagian dari strategi perang di masa depan.
iklan pintar / iklan bawah artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel