Brasil Gunakan Nyamuk Hasil Rekayasa Genetika Mencegah Demam Berdarah


Demam berdarah atau demam Dengue (disingkat DBD) adalah penyakit menular akut dari virus Dengue yang disebabkan oleh nyamuk, menginfeksi sekitar 390 juta orang setiap tahunnya, bisa menyebabkan nyeri sendi parah dan sakit kepala, namun, sampai saat ini, para ilmuwan masih belum dapat menemukan obat untuk menyembuhkan demam berdarah.

Pada awal tahun ini, para peneliti telah mulai menggunakan nyamuk hasil rekayasa genetika untuk percobaan, yang diperkirakan dapat memberantas hama penghisap darah. Kini, sekelompok ahli telah menemukan cara lain untuk mencegah penyebaran demam berdarah, mereka menemukan suatu jenis bakteri khusus untuk menginfeksi nyamuk, dan efeknya mirip dengan vaksin Dengue, sehingga dapat mencegah penyebaran demam berdarah kepada manusia.

Quote:
Para ilmuwan dari Rio de Janeiro menggunakan suatu bakteri bernama Wolbachia untuk menginfeksi nyamuk. Bakteri Wolbachia ini dapat bertindak seperti vaksin, sehingga virus demam berdarah Aedes Aegypti pada nyamuk bisa berhenti berkembang biak. Ketika nyamuk jantan pembawa bakteri Wolbachia membuahi nyamuk betina non bakteri, dan telur yang telah dibuahi tidak akan menjadi larva. Jika nyamuk betina dan nyamuk jantan membawa bakteri, maka keturunan mereka juga akan memiliki bakteri sejenis.

Para peneliti berharap metode ini dapat menyebarkan Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia tanpa perlu membuat lebih banyak nyamuk terinfeksi. Penelitian ini diprakarsai oleh oleh lembaga penelitian Fiocruz di Rio de Janeiro, dan yang ikut terlibat dalam penelitian terkait termasuk lembaga penelitian dari Australia, Vietnam dan Indonesia.

Sepuluh ribu ekor nyamuk pembawa bakteri Wolbachia akan dilepas setiap bulan selama empat kali dan pelepasan pertama dilakukan di Tubiacanga, di utara Rio. Saat ini, Brasil menjadi negara dengan kasus demam berdarah paling tinggi di dunia, dengan 3,2 juta kasus dan 800 kematian pada periode 2009 – 2014.

Quote:
Nyamuk-nyamuk hasil rekayasa genetika ini dibuat oleh perusahaan Oxitec, Oxford, Inggris yang digunakan untuk mengontrol demam berdarah Aedes aegypti, yang memiliki dua gen lainnya daripada nyamuk liar. Nyamuk jantan yang tidak menggigit dilepaskan ke alam liar untuk kawin dengan nyamuk betina liar, sehingga keturunanya akan mewarisi kedua gen ini dan mati sebelum mencapai usia dewasa.
iklan pintar / iklan bawah artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel